SATGAS COVID-19 – Persiapan Protokol Kesehatan dalam Mencegah Covid-19

Agenda Sekolah Kegiatan Sekolah

Upaya pencegahan covid-19 oleh semua pihak terus digiatkan, tak terkecuali di lingkungan SMKN 1 Sukorejo. Penyakit covid-19 adalah sekumpulan virus dari subfamili Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pun telah mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan, yang telah ditujukan pada semua pihak yang menaungi bidang pendidikan, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Sekolah wajib mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau unit layanan kesehatan di perguruan tinggi dengan cara berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
  2. Berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan/atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi setempat untuk mengetahui apakah Dinas Kesehatan telah memiliki semacam rencana atau persiapan dalam menghadapi Covid-19.
  3. Sekolah wajib menyediakan sarana untuk mencuci tangan dengan sabun dan tisu di berbagai lokasi strategis di lingkungan sekolah.
  4. Membiasakan siswa, guru, staf sekolah, dan orang-orang yang berada di lingkungan sekolah membiasakan mencuci tangan pakai sabun minimal 20 detik dan berperilaku hidup bersih dan sehat.
  5. Pihak sekolah wajib membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin, terutama fasilitas umum yang sering disentuh tangan, seperti handle pintu, saklar lampu, komputer, keyboard komputer, dan lain sebagainya. Jangan lupa pastikan kondisi petugas dan sarana kebersihan telah memadai.
  6. Pihak sekolah harus memperhatikan ketidakhadiran siswa, guru, dan staf sekolah.
  7. Permudah izin tidak hadir bagi siswa, guru, dan staf sekolah yang sakit.
  8. Tidak memberlakukan sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran.
  9. Berkonsultasi kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan.
  10. Koordinasikan pembagian tugas yang ditinggalkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada pendidikan yang mampu/sehat.
  11. Berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi jika level ketidakhadiran dianggap sangat mengganggu proses belajar mengajar untuk mendapatkan pertimbangan apakah kegiatan belajar-mengajar perlu diliburkan sementara.
  12. Sekolah atau satuan pendidikan tidak harus mampu mengidentifikasi Covid-19. Namun laporkan dugaan Covid-19 kepada Kementerian Kesehatan setempat untuk dilakukan pengujian, karena mayoritas penyakit pernapasan bukan merupakan Covid-19.
  13. Pastikan bahwa makanan yang disediakan satuan pendidikan atau sekolah telah dimasak dengan matang.
  14. Hindari berbagi makanan, minuman, dan penggunaan bersamaan alat musik tiup.
  15. Hindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya.
  16. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di luar lingkungan satuan pendidikan atau sekolah seperti berkemah, dan studi wisata.
  17. Membatasi tamu dari luar satuan pendidikan.
  18. Bagi warga sekolah dan keluarganya yang baru kembali dari negara-negara terjangkit menurut WHO, diminta untuk tidak berada di sekitar satuan pendidikan selama 14 hari sejak kembali ke tanah air.

Selain itu, surat pernyataan dari SMKN 1 Sukorejo yang ditujukan kepada seluruh wali murid sudah disebarkan melalui wali kelas masing-masing, dan surat pernyataan tersebut wajib ditandatangani oleh Bapak / Ibu Wali murid sebagai bukti persetujuan atau tidaknya dalam persiapan pembelajaran tatap muka kembali.

Dan berikut ini merupakan video persiapan dari Satgas Covid-19 SMKN 1 Sukorejo agar dapat dilihat oleh semua keluarga besar SMKN 1 Sukorejo beserta walimurid dari kelas X sampai kelas XII.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *